"Hijau" adalah Kehidupan

Slogan “go green” mungkin sudah merupakan sesuatu yang tidak asing lagi kita dengar saat ini ketika manusia saat ini mulai tersadar akan masa depan tempat dimana manusia itu tinggal sudah mulai rusak. Akibat dari perbuatan manusia itu sendiri pun harus di tanggung dengan harga yang mahal sebab inovasi dan karya manusia pada akhirnya harus diarahkan kepada susuatu yang memberikan kontribusi yang positif dan bermanfaat bagi bumi tempat tinggal manusia itu.
Sehingga tidak lagi heran jika mesin dengan rangkaian besi-besi juga harus dikembangkan menjadi sesuatu yang “hijau” untuk terciptanya karya dan inovasi yang ramah terhadap lingkungan.
Kita patut bersyukur kepada Tuhan jika bahagian dari bumi yang ditempati oleh bangsa Indonesia diberkahi tanah yang baik, sehingga syair lagu pun menyatakan “Tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Ternyata sangat disayangkan ternyata syair lagu tadi bukan menginspirasi orang-orang Indonesia untuk menanam justru untuk membabat. Sehingga Indonesia yang diberkahi Tuhan dengan hamparan “hijau” harus juga mengambil bagian dalam keresahan masyarakat dunia akan pentingnya melestarikan lingkungan yang hijau karena ternyata Indonesia pun saat ini telah mengalami banyak kehilangan pohon-pohon kehidupan hanya karena keserakahan sesaat tanpa mengingat masa depan generasi selanjutnya.
Salah satu hal yang patut kita syukuri bahwa walaupun manusia saat ini terus berinovasi dan berkarya untuk menanggulangi isu-isu pemanasan global, di negeri kita ini masih ada mahakarya yang tetap bertahan seperti yang digambarkan pada salah satu foto terbaik Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia yang berjudul “Hijau Negeriku”.  Masih banyak tersebar di seluruh Indonesia para petani yang merupakan pahlawan ketahanan pangan yang patut diapresiasi. Setiap hari para petani akan merawat tanamannya dan memastikan tanamnya berkembang dengan baik. Apa yang mereka lakukan mungkin bukanlah seperti yang dipikirkan oleh kebanyakan oleh masyarakat di era modern saat ini untuk mengupayakan sesuatu yang ramah lingkungan, namun para petani hanyalah melaksanakan pekerjaan untuk hidup dari tanah yang diberikan Tuhan sebagai sumber kehidupan. Walaupun mungkin mereka tidak mengerti arti dari “go green” namun mereka persis  sangat mengetahui bahwa “hijau” adalah sumber kehidupan. Petani dengan kemampuan yang mereka miliki selamanya akan bekerja bukan hanya untuk dirinya tetapi untuk kehidupan manusia di bumi ini juga.  
Matahari terbit petani akan bergegas menuju tempat dimana benih segenggam yang ditaburkan itu bertumbuh dengan baik menjauhkan hama mendekati tanamannya memastikan ketersediaan air dengan baik dan ketika matahari akan terbenam ia akan kembali pulang kerumah. Petani akan selalu mengusahakan bahwa yang ditanamnya akan selalu hijau yang pada akhirnya akan menghasilkan buah kehidupan.

Related

Wisata Nusantara 1177853492318271943

Post a Comment

  1. terimakasih banyak informasinya mas admin, semoga sukses selalu. Salam.

    ReplyDelete
  2. artikelnya sangat bermanfaat sekali
    makasih udah share ya :)

    ReplyDelete

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Auto Backlink Gratis: seowaps

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item